PRESIDEN PALESTINA


Daftar Presiden Otoritas Nasional Palestina

Presiden Otoritas Nasional Palestina (bahasa Arab:رئيس السلطة الوطنية الفلسطينية) adalah posisi politik tertinggi (setara dengan kepala negara) dalam Otoritas Nasional Palestina (ONP).

Presiden mengangkat Perdana Menteri Otoritas Nasional Palestina dari Dewan Legislatif Palestina, dan bersama-sama mereka berbagi kekuasaan.

Istilah
Istilah Arab Ra'is atau Ro'is (رئيس) dapat diterjemahkan sebagai "presiden" atau "ketua". Karena status Palestina sebagai suatu entitas politik kontroversial, penggunaan istilah "Presiden" untuk menyebut pemimpin pemerintah Palestina juga kontroversial bagi sebagian orang, karena hal itu dapat menyiratkan pengakuan terhadap kedaulatan negaranya. Penggunaan istilah "Ketua" juga kontroversial karena alasan yang sebaliknya -- penggunaannya dapat menyiratkan penyangkalan terhadap aspirasi Palestina untuk menjadi suatu negara yang berdaulat. [1]

Istilah bahasa Arab digunakan dalam teks bahasa Inggris Perjanjian Sementara Israel-Palestina 1995 tentang Tepi Barat dan Jalur Gaza [2], bagian dari persetujuan Oslo yang membentuk ONP. Pada praktiknya, bila merujuk kepada ra'is dalam dokumen-dokumen dan pernyataan-pernyataan bahasa Inggris, ONP menggunakan istilah "presiden", sementara Israel menggunakan "Ketua".

Amerika Serikat, dalam peranannya sebagai perantara perdamaian, menggunakan beberapa istilah sesuai dengan konteksnya. Siaran-siaran pers dari kedutaan besarnya di Israel merujuk kepada "Ketua" ONP; brifing pers di Washington menggunakan "presiden"; kedua-duanya kadang-kadang menghindari masalahnya dengan "pemimpin Palestina". Pers internasional berbahasa Inggris umumnya (tetapi tidak selalu) mengikuti istilah Palestina. Pers Israel merujuk kepada sang pemimpin dengan cara berbeda-beda dengan "ra'is", "presiden", "Ketua" atau dengan namanya saja.

Sebuah surat yang disampaikan dari Ketua Arafat kepada Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin sebagai bagian dari persetujuan Gaza-Yeriko menegaskan bahwa "Bila Ketua Arafat masuk ke Jalur Gaza dan wilayah Yeriko, ia akan menggunakan gelar 'Ketua (Ra'is dalam bahasa Arab) Otoritas Palestina' atau 'Ketua PLO', dan tidak akan menggunakan gelar 'Presiden Palestina.'"[1]

Pemilihan umum dan masa jabatan
Presiden dipilih langsung oleh rakyat Palestina untuk masa jabatan empat tahun.

Kekuasaan dan tanggung jawab
Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Palestina
Mengirim dan menerima semua duta besar asing
Memveto rancangan undang-undang dalam tempo 30 hari setelah disetujui; dibutuhkan 2/3 suara mayoritas untuk membatalkan veto tersebut
Dapat memberikan pengampunan atau mengubah hukuman, tetapi tidak memberikan amnesty umum
Bila Dewan Legislatif tidak sedang bersidang, dalam kasus-kasus luar biasa, ia dapat mengeluarkan dekrit dengan kekuatan hukum, tetapi dekrit-dekrit tersebut harus diajukan kepada Dewan Legislatif segera setelah Dewan bersidang untuk disetujui atau ia akan kehilangan kekuatan hukumnya
Menunjuk Perdana Menteri dan memecatnya
Memerintahkan Perdana Menteri untuk mengumpulkan Dewan Menteri

Sumpah jabatan
Sebelum memangku jabatannya, Presiden akan diambil sumpahnya di depan Dewan Legislatif, dan di hadapan Ketua Dewan Nasional Palestina, Ketua Mahkamah Agung:
Demi Allah Yang Mahakuasa saya bersumpah, untuk setia kepada Tanah Air dan kepada tempat-tempat sucinya, dan kepada rakyat dan warisan nasionalnya, dan untuk menghormati sistem Konstitusional dan hukum, dan menjaga kepentingan-kepentingan rakyat Palestina sepenuhnya, dengan Allah sebagai saksinya.

Kekosongan jabatan
Jabatan Presiden akan dianggap lowong dalam kasus-kasus berikut:
Kematian
Pengunduran diri yang diajukan kepada Dewan Legislatif Palestina bila disetujui oleh 2/3 dari anggota-anggotanya
Dianggap secara hukum tidak kompeten, sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Konstitusional Tertinggi, dan kemudian disetujui oleh 2/3 anggota Dewan Legislatif Palestina

Bila jabatan Presiden Otoritas Nasional menjadi lowong karena kasus-kasus di atas, Ketua Dewan Legislatif Palestina akan mengambil alih kekuasaan dan tugas-tugas Presiden Otoritas Nasional, untuk sementara waktu, tidak melebihi 60 hari; selama masa itu harus diadakan pemilihan umum yang bebas dan langsung untuk memilih seorang presiden baru sesuai dengan UU Pemilihan Umum Palestina.

Daftar Presiden Otoritas Nasional Palestina (1994-sekarang)
Yasser Arafat (5 Juli 1994 - 11 November 2004)
Rauhi Fattouh (11 November 2004 - 15 Januari 2005) (acting)
Mahmoud Abbas (15 Januari 2005 - 09 Januari 2009)
Abdul Aziz Duwaik (09 Januari 2009 - Sekarang)

Sejarah
Yasser Arafat adalah Ketua Organisasi Pembebasan Palestina dan menjadi presiden pertama Otoritas Nasional Palestina ketika lembaga pemerintahan itu dibentuk pada 1994. Pemerintahannya disahkan oleh suatu pemilihan umum pada 20 Januari 1996, tetapi pemilu-pemilu di kemudian hari ditunda. Arafat tetap menjabat presiden hingga kematiannya pada 11 November 2004, dan pada saat itu, ketua parlemen Palestina Rauhi Fattouh mengambil alih sebagian besar tugas-tugas Arafat dan menjadi presiden sementara. Namun ia tidak pernah secara resmi menggunakan gelar itu. pemilihan umum baru diselenggarakan pada Januari 2005, dan dimenangi oleh Mahmoud Abbas.

Referensi
^ "Gaza-Jericho letters

Yasser Arafat

Mohammed Abdel Rahman Abdel Raouf Arafat al-Qudwa al-Husseini (bahasa Arab: محمد ياسر عبد الرحمن عبد الرؤوف عرفات القدوة الحسيني‎; lahir di Kairo, Mesir, 24 Agustus 1929 – meninggal di Paris, Perancis, 11 November 2004 pada umur 75 tahun), yang populer dengan nama panggilan Yasser Arafat (ياسر عرفات) atau nama kunya Abu `Ammar (أبو عمّار), adalah seorang pemimpin Palestina dan seorang penerima Penghargaan Nobel.

Arafat di masa kecil

Ia semasa hidupnya pernah menjabat sebagai Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Presiden[3] Otoritas Nasional Palestina (PNA), serta merupakan pemimpin partai politik Fatah yang ia dirikan pada tahun 1959. Arafat menghabiskan sebagian besar hidupnya memerangi Israel untuk memperjuangkan hak menentukan nasib sendiri bagi Palestina. Awalnya ia menentang keberadaan Israel, namun kemudian berubah pada tahun 1988 ketika ia menerima Resolusi Dewan Keamanan PBB 242.

Arafat bersama Nasser dan Abu Jihad

Ia menjabat sebagai Presiden Otoritas Palestina sejak tahun 1993 dan terpilih menjabat selama lima tahun pada tahun 1996). Selain sebagai Presiden, Arafat sebelumnya juga telah memimpin PLO sejak tahun 1969).

Pada tahun 1994, bersama dengan Shimon Peres dan Yitzhak Rabin Arafat dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian untuk perundingan Persetujuan Damai Oslo tahun 1993.

Jabat tangan bersejarah Rabin-Arafat

Pada tanggal 28 Oktober 2004, Arafat dilaporkan menderita penyakit yang serius. Keesokan harinya, dia meninggalkan Markas Besar Tepi Barat di Ramallah untuk diterbangkan ke Perancis. Di sana, dia dirawat di Rumah Sakit Militer Percy yang terletak di Clamart. Arafat berada dalam kondisi koma pada tanggal 3 November 2004. Sejak saat itu kondisinya memburuk. Dia tetap hidup dengan bantuan alat-alat penopang nyawa. Arafat meninggal dunia di rumah sakit pada pukul 09:30 WIB tanggal 11 November 2004 pada usia 75 tahun. Upacara pemakaman diadakan di Bandara Internasional Kairo, Mesir. Arafat dimakamkan di markas besarnya Muqata, Ramallah, Tepi Barat.

Presiden Otoritas Nasional Palestina ke-1
Masa jabatan  20 Januari 1996–11 November 2004
Perdana Menteri    Mahmoud Abbas
Ahmed Qurei
Pengganti Rawhi Fattuh (interim)
Mahmoud Abbas
Lahir     24 Agustus 1929 Kairo, Mesir[1]
Meninggal 11 November 2004 Paris, Perancis (umur 75 tahun)
Kebangsaan    Palestina
Partai politik Fatah
Suami/Istri   Suha Arafat
Anak      Zahwa Arafat
Agama     Islam[2]

Rujukan
^ Kebanyakan sumber menyebut Kairo sebagai tempat kelahiran Arafat, namun Arafat sendiri, setidak-tidaknya beberapa kali, menyebutkan Yerusalem sebagai tempat kelahirannya. Sumber-sumber lainnya menyebutkan Gaza. Lihat di sini dan di sini untuk informasi lebih lanjut. Sebagian orang lagi percaya bahwa penyebutan Yerusalem sebagai tempat kelahirannya mungkin hanyalah sebuah desas-desus yang diciptakan oleh KGB [1].
^ Yasser Arafat – NNDB
^ Sebagian sumber menggunakan istilah Ketua dan bukan Presiden; istilah dalam bahasa Arab untuk kedua gelar ini sama.



Mahmud Abbas
Mahmoud Abbas (Arab: محمود عباس) (lahir di Safet, 26 Maret 1935;); umumnya dikenal kunya atau nom de guerre Abu Mazen (ابو مازن) adalah Presiden terpilih untuk Otoritas Nasional Palestina (PNA: Palestinian National Authority) pada 9 Januari 2005.

Abbas lahir dan dibesarkan di Safet. Setamat sekolah dasar di kota itu, ia hijrah ke Suriah setelah perang tahun 1948. Ia melanjutkan sekolah menengah dan perguruan tinggi di kota Damaskus. Setelah tamat dari jurusan hukum Universitas Damaskus, ia mendirikan lembaga Palestina pertama pada tahun 1954 di Suriah. Inilah awal mula karier politiknya.

Awal tahun 1960-an, ia menjadi pegawai Departemen Pendidikan di Qatar dan bersahabat dengan Yasser Arafat (1929-2004). Ia kemudian menjadi anggota Majelis Nasional Palestina pada tahun 1968 dan memimpin perundingan tidak resmi dengan Israel pada tahun 1977.

Sejak tahun 1983, ia menjadi anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) serta memimpin komite nasional dan internasional yang berkonsentrasi pada urusan organisasi non-pemerintah. Ia memulai kembali perundingan rahasia dengan pejabat Israel pada tahun 1989 lewat perantara Belanda. Ia tetap menjalankan aktivitas perundingan di balik pintu dengan Israel ketika dan pasca-Konferensi Madrid tahun 1991. Pasca Konferensi Madrid, ia dipercaya menjabat sebagai koordinator urusan perundingan. Ia meletakkan rencana dan pengarahan pada tim perunding Palestina.

Abbas dengan George W. Bush dan Ariel Sharon di Aqabah

Saat Pemimpin Otoritas Palestina Yasser Arafat membentuk lembaga perdana menteri, ia ditunjuk untuk menjabatnya tetapi mundur empat bulan kemudian (Juni 2003-September 2003. Ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PLO sepeninggal Yasser Arafat (11 November 2004). Ia terpilih menjadi Presiden Palestina pada pemilu 9 Januari 2005 dengan 62,3 persen suara. Kemenangan Hamas pada Pemilu Legislatif 25 Januari 2006 menghantarkan Ismail Haniya untuk posisi Perdana Menteri Palestina. Hamas yang semenjak awal perjuangannya menolak mengakui negara Israel membuat kesulitan posisinya, sehingga Abbas berniat menyelenggarakan sebuah referendum pada 31 Juli 2006 untuk menentukan perlu tidaknya Palestina mengakui negara Israel.

Presiden Otoritas Nasional Palestina Ke-2
Masa jabatan  15 Januari 2005–09 Januari 2009
Pendahulu Rauhi Fattouh (Interim)
Pengganti Marwan Barghouti
Lahir     26 Maret 1935 Safed, Mandat Britania atas Palestina
Kebangsaan    Arab Israel
Partai politik Fatah
Suami/Istri   Amina

Kutipan
"Tiada yang dapat menggantikan dialog." (2003)

Pranala luar
Bush pledges $50 million to Palestinian Authority, CNN (26 Mei 2005)
I Don't Have a Magic Wand, Der Spiegel (21 Februari 2005)
Palestinian Head Meets Barghouti, BBC News (26 November 2004)
Someone Was Going to Kill Newsweek Interview of Mahmoud Abbas (21 Juni 2004 issue)
ProBerkas: Mahmoud Abbas, BBC News (4 September 2003)
Abbas: No Force Against Arab Militants, AP (9 Juni 2003)
Open Directory Project - Mahmoud Abbas directory category
Yahoo! - Mahmoud Abbas directory category
Sumber, http://id.wikipedia.org/

Presiden Iran

Daftar Presiden Iran
Sejak dijatuhkannya Shah pada 1979, Iran telah menjadi sebuah republik.[rujukan?] Meskipun kekuasaan tertinggi berada di tangan Pemimpin Agung, Presiden masih mempunyai tugas-tugas yang cukup penting, terutamanya setelah dihapuskannya jabatan Perdana Menteri.

Syarat
Syarat-syarat untuk menjadi seorang presiden adalah:[rujukan?]
seorang Muslim
berusia antara 25 dan 75 tahun
tidak mempunyai catatan kriminal
tidak pernah bertugas di dalam Monarki Iran
"loyal" kepada Republik Islam Iran

Daftar Presiden Iran
Nama   Awal Jabatan  Akhir Jabatan
Abolhassan Banisadr         4 Februari 1980   22 Juni 1981
Mohammad Ali Rajai        2 Agustus 1981    30 Agustus 1981
Ali Khamenei       13 Oktober 1981 3 Agustus 1989
Ali Akbar Hashemi Rafsanjani        3 Agustus 1989    3 Agustus 1997
Mohammad Khatami        3 Agustus 1997    3 Agustus 2005
Mahmoud Ahmadinejad   3 Agustus 2005    Sedang menjabat

Abolhassan Banisadr
Abol-hassan Banisadr (Persia: ابوالحسن بنی‌صدر; lahir di Tehran, Iran, 22 Maret 1933) adalah Presiden Iran pertama semenjak Revolusi Iran tahun 1979 dan tumbangnya sebuah monarki. Pada 1980, ia membentuk pemerintahan koalisi untuk memerintah Iran. Masa jabatannya ditandai dengan krisis terhadap Amerika Serikat dan serangan ke Irak. Ia mendapat dakwaan pada 21 Juni 1981 oleh parlemen Iran karena gerakannya terhadap para ulama, sehingga ia bersembunyi dan pindah ke Perancis.

Mohammad Ali Rajai
Mohammad Ali Rajai (محمد علی رجائی dalam bahasa Persia), lahir di Ghazvin, Iran, 15 Juni 1933 – meninggal 30 Agustus 1981 pada umur 48 tahun) terpilih kedua untuk jabatan Presiden Iran setelah menjabat Perdana Menteri di bawah pemerintahan Abolhassan Banisadr. Ia juga Menteri urusan luar negeri Iran selama lima minggu 11 Maret 1981 – 15 Agustus 1981, kemudian keluar dari jabatan Perdana Menteri.

Ia meraih gelar pendirikan dari Universitas Tarbiat Moallem pada 1959.
Ia adalah pendukung kuat Revolusi Iran dan merupakan pemimpin dalam gerakan membersihkan perguruan tinggi di sana dari pengaruh Barat, yang kemudian disebut sebagai Revolusi Kebudayaan. Setelah menjabat sebagai presiden selama dua minggu, ia dibunuh bersama dengan Mohammad Javad Bahonar dan beberapa anggota pemerintahannya.

Ia adalah Presiden Iran 14 hari. Lebih lanjut, ia memulai penghentian program individual di Iran di atas usia 70.

Ali Khamenei
Ayatullah Agung Sayyid ‘Alî Hossaynî Khâmene’î (Pelafalan bahasa Persia) (help·info) (Persian: آیت‌الله سید علی حسینی خامنه‌ای Āyatollāh Seyyed `Alī Ḥoseynī Khāmene'ī) (lahir di Masyhad, Provinsi Razavi Khorasan, Iran, 17 Juli 1939), juga dikenal dengan Seyyed Ali Khamene'i adalah Pemimpin Agung Iran dan Presiden Republik Islam Iran pada periode 1981-1989.
Ia seorang yang asli Azeri.

Akbar Hashemi Rafsanjani
Ayatollah Akbar Hashemi Rafsanjani (bahasa Persia: اکبر هاشمی رفسنجانی Akbar Hāshemī Rafanjānī), Hashemi Bahramani (هاشمی بهرمانی) (lahir di Nough, Iran, 25 Agustus 1934) adalah politikus yang paling berpengaruh di Iran.
Ia menjabat sebagai Presiden Iran (1989 - 1997) dan kalah dalam babak kedua dari Walikota Teheran Mahmoud Ahmadinejad pada pemilihan presiden Iran 2005 untuk masa jabatan yang ketiga kalinya.
Majalah Forbes pernah mencantumkan Rafsanjani dalam daftar orang terkaya di dunia dan pernah menulis bahwa dialah kekuatan yang sesungguhnya di balik pemerintah Iran. Ia "adalah orang yang memimpin Republik Islam ini selama 24 tahun terakhir
Aslinya seorang imam, Rafsanjani menjadi ketua Parlemen (Majlis) baru Iran setelah dimulainya Republik Islam dan menjabat hingga tahun 1989.
Dari pernikahannya pada tahun 1958, Rafsanjani memperoleh tiga putra: Mohsen, Mehdi, dan Yasser (yang dinamakan menurut Yasser Arafat, dan dua putri Fatemeh dan Faezeh. Hanya Faezeh Hashemi yang mengambil kehidupan politik, menjadi anggota Majlis dan penerbit surat kabar Zan (wanita).

Muhammad Khatami
Hujjatul Islam wal Muslimeen Sayyed Mohammad Khatami (bahasa Persia : سید محمد خاتمی Seyyed Moḥammad Khātamī) (lahir di Kota Ardakan, (Provinsi Yazd), 29 September 1943) adalah intelektual, filosof, dan politikus Iran. Ia tampil keempat sebagai Presiden Iran pada periode 2 Agustus 1997 - 2 Agustus 2005 dan digantikan Mahmoud Ahmadinejad. Selama masa jabatannya, ia juga menjabat sebagai anggota Expediency Council. Khatami diangkat sebagai presiden pada 23 Mei 1997 dan kembali terpilih pada 8 Juni 2001 untuk yang kedua kalinya. Sebagian besar kaum wanita dan pemuda Iran memilih Khatami karena janjinya untuk meningkatkan status wanita dan tanggap akan permintaan generasi muda Iran. Khatami dianggap sebagai presiden reformis pertama di Iran karena kampanyenya memfokuskan pada penegakan hukum, demokrasi dan pencakupan seluruh rakyat Iran dalam proses perencanaan politik. Namun asas pemerintahannya acap kali bertentangan dengan kelompok garis keras dan konsevatif Islamis di dalam pemerintah Iran, yang menguasai organisasi pemerintahan utama seperti Dewan Perlindungan (Guardian Council) yang anggotanya dipilih oleh Pemimpin Agung. Sebelum menjadi presiden, Khatami menjabat sebagai anggota parlemen (1980-1982), pengawas Institut Kayhan, Menteri Budaya dan Penuntun Islam (1982-1986, kemudian pada periode kedua dari 1989-1992, ketika dia mengundurkan diri), kepala Perpustakaan National Iran (1992-1997), dan anggota Dewan Agung Revolusi Kebudayaan. Khatami mempunyai gelar sarjana muda filsafat Barat, tetapi membatalkan kuliah sarjana Pendidikan Sains untuk menyelesaikan studi sains Islamis di Qom selama tujuh tahun hingga mencapai level tertinggi, Ijtihad. Kemudian, dia menuju Jerman untuk mengetuai Pusat Islamis Hamburg dan tinggal di negeri itu hingga revolusi Iran.Perserikatan Bangsa-Bangsa mencanangkan tahun 2001 sebagai Tahun Dialog Peradaban PBB, atas saran Khatami.
Selain menguasai bahasa Persia, Khatami juga dapat berbahasa Arab, Inggris dan Jerman. Ia menikah dengan Zohreh Sadeghi dan dikaruniai tiga anak.
Pada pemakaman Paus Yohanes Paulus II tanggal 8 April 2005, Presiden Khatami duduk dekat Moshe Katsav, Presiden Israel yang lahir di Iran, karena penataan kursi yang berdasarkan abjad. Presiden Katsav kemudian mengklaim bahwa dia berjabat tangan dan berbicara dengan Presiden Khatami. Aksi tersebut adalah kontak politik pertama antara kedua negara sejak 1979. Namun Khatami membantah hal tersebut terjadi.
Ia meminta pemerintahan pimpinan Presiden Mahmoud Ahmadinejad berkompromi soal program nuklir untuk menghindari krisis hubungan dengan kekuatan dunia dan menghindari sanki kedua dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa. Khatami juga mengatakan bukan hal tabu untuk berunding dengan Amerika Serikat.

Mahmud Ahmadinejad
Mahmud Ahmadinejad atau bisa dibaca Ahmadinezhad (bahasa Persia: محمود احمدی‌نژاد ; lahir di Aradan, Iran, 28 Oktober 1956 adalah Presiden Iran yang keenam dan memperoleh 61.91% suara pemilih pada pilpres Iran tanggal 24 Juni 2005. Jabatan kepresidenannya dimulai pada 3 Agustus 2005.Ia pernah menjabat walikota Teheran dari 3 Mei 2003 hingga 28 Juni 2005 waktu ia terpilih sebagai presiden. Ia dikenal secara luas sebagai seorang tokoh konservatif yang sangat loyal terhadap nilai-nilai Revolusi Islam Iran, 1979.

Keluarga
Lahir di daerah desa pertanian Aradan, dekat Garmsar, sekitar 120 kilometer arah tenggara Teheran. Dia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara, berasal dari keluarga Syiah. Orang tuanya,seorang Tukang Besi, Ahmad Saborjihan, memberi nama Mahmud Saborjihan saat lahir. Dia menggunakan nama tersebut hingga sebuah keputusan besar mendorong keluarganya untuk hijrah ke Teheran pada paruh kedua tahun 1950-an. Di Teheran, ayahnya mengubah namanya menjadi Mahmud Ahmadinejad sebagai isyarat religiusitas dan semangat mencari kehidupan yang lebih baik, karena Saborjihan dalam bahasa Parsi berarti pelukis karpet, pekerjaan yang jamak dilakukan di sentra karpet seperti Aradan, sedangkan Ahmadinejad berarti ras yang unggul, bijak dan paripurna.[2]

Pendidikan
Dia lulus dari Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST) dengan gelar doktor dalam bidang teknik dan perencanaan lalu lintas dan transportasi.
Pada tahun 1980, dia adalah ketua perwakilan IUST untuk perkumpulan mahasiswa, dan terlibat dalam pendirian Kantor untuk Pereratan Persatuan (daftar-e tahkim-e vahdat), organisasi mahasiswa yang berada di balik perebutan Kedubes Amerika Serikat yang mengakibatkan terjadinya krisis sandera Iran.

Bergabung dengan Imam Khomeini
Pada masa Perang Iran-Irak, Ahmedinejad bergabung dengan Korps Pengawal Revolusi Islam pada tahun 1986. Dia terlibat dalam misi-misi di Kirkuk, Irak. Dia kemudian menjadi insinyur kepala pasukan keenam Korps dan kepala staf Korps di sebelah barat Iran. Setelah perang, dia bertugas sebagai wakil gubernur dan gubernur Maku dan Khoy, Penasehat Menteri Kebudayaan dan Ajaran Islam, dan gubernur provinsi Ardabil dari 1993 hingga Oktober 1997.

Walikota Teheran
Ahmadinejad lalu terpilih sebagai walikota Teheran pada Mei 2003. Dalam masa tugasnya, dia mengembalikan banyak perubahan yang dilakukan walikota-walikota sebelumnya yang lebih moderat dan reformis, dan mementingkan nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan-kegiatan di pusat-pusat kebudayaan. Selain itu, dia juga menjadi semacam manajer dalam harian Hamshahri dan memecat sang editor, Mohammad Atrianfar, pada 13 Juni 2005, beberapa hari sebelum pemilu presiden, karena tidak mendukungnya dalam pemilu tersebut.
Presiden Mohammad Khatami pernah melarangnya menghadiri pertemuan Dewan Menteri, suatu hak yang biasa diberikan kepada para walikota Teheran. Hal ini dikarenakan pada waktu Khatami menuju Universitas Teheran, Khatami terjebak macet. Khatami mengkritik Ahmadinejad yang saat itu menjabat walikota Teheran. Namun bukannya tergesa-gesa membereskan masalah tersebut, Ahmadinejad justru berkata: "Bersyukurlah karena presiden kita telah merasakan kehidupan rakyatnya yang sesungguhnya". Namun Ahmadinejad tetap santai menghadapi larangan tersebut.

Sebagai Presiden Iran
Setelah dua tahun sebagai walikota Teheran, Ahmadinejad lalu terpilih sebagai presiden baru Iran. Tak lama setelah terpilih, pada 29 Juni 2005, sempat muncul tuduhan bahwa ia terlibat dalam krisis sandera Iran pada tahun 1979. Iran Focus mengklaim bahwa sebuah foto yang dikeluarkannya menunjukkan Ahmadinejad sedang berjalan menuntun para sandera dalam peristiwa tersebut, namun tuduhan ini tidak pernah dapat dibuktikan.

Kontroversi
Kutipan pernyataannya dalam sebuah pertemuan di hadapan para mahasiswa pada 26 Oktober 2005 dari pernyataan Ayatollah Khomeini yang menyerukan agar Israel "dihapus dari peta dunia" memicu kontroversi. Selain, menuai kecaman dari berbagai pemimpin dunia, termasuk Presiden Shimon Peres. Peres bahkan membalas dengan menuntut agar Iran dikeluarkan dari keanggotaan di Perserikatan Bangsa-bangsa.


PRESIDEN MYANMAR


Presiden Myanmar
Daftar Kepala Negara Myanmar (1948-Sekarang)

Persatuan Burma
1     Sao Shwe Thaik
Presiden    1894-1962   4 Januari 1948    16 Maret 1952     Anti-Fascist People's Freedom League
2     Ba U
Presiden    1887-1963   16 Maret 1952     13 Maret 1957     Anti-Fascist People's Freedom League
3     Win Maung
Presiden    1916-1989   13 March 1957     2 March 1962      Anti-Fascist People's Freedom League
      Ne Win
Ketua Dewan Revolusi    1911-2002   2 Maret 1962      2 Maret 1974      Militer (1962-1972)
Burma Socialist Programme Party (1972-1974)

Republik Persatuan Sosialis Burma
4     Ne Win
Presiden    1911-2002   2 Maret 1974      9 November 1981   Burma Socialist Programme Party
5     San Yu
Presiden    1918-1996   9 November 1981   25 Juli 1988      Burma Socialist Programme Party
6     Sein Lwin
Presiden    1923-2004   25 Juli 1988      12 August 1988    Burma Socialist Programme Party
      Aye Ko
Penjabat Presiden       12 Agustus 1988   19 Agustus 1988   Burma Socialist Programme Party
7     Maung Maung
Presiden    1925-1994   19 Agustus 1988   18 September 1988 Burma Socialist Programme Party
      Saw Maung
Ketua Dewan Pemulihan Hukum dan Ketertiban Negara     1928-1997   18 September 1988 23 September 1988    Militer

Persatuan Burma
      Saw Maung
Ketua Dewan Pemulihan Hukum dan Ketertiban Negara     1928-1997   23 September 1988 18 Juni 1989  Militer

Persatuan Myanmar
      Saw Maung
Ketua Dewan Pemulihan Hukum dan Ketertiban Negara     1928-1997   18 Juni 1989      23 April 1992  Militer
      Than Shwe
Ketua Dewan Pemulihan Hukum dan Ketertiban Negara
(Dewan Perdamaian dan Pembangunan Negara
 setelah 1997)    1933- 23 April 1992     21 Oktober 2010   Militer

Republik Persatuan Myanmar
      Than Shwe
Ketua Dewan Perdamaian dan Pembangunan Negara   1933- 21 Oktober 2010   4 Februari 2011      Militer
8     Thein Sein  1945- 4 Februari 2011   sedang menjabat   Union Solidarity and Development Party



Than Shwe

Than Shwe (lahir di Kyaukse, 2 Februari 1933) adalah penguasa Myanmar dengan jabatan ketua Dewan Pembangunan dan Perdamaian Negara sejak 23 April 1992.
Sumber, http://id.wikipedia.org/

PRESIDEN LAOS


Daftar Presiden Laos
Jabatan Presiden Laos berada di bawah kekuasaan kerajaan dalam sebuah negara dan seorang anggota senior untuk presiden pertama. Jabatan presiden ini sebagai kesinambungan dari Doktrin Komunis Laos. Inilah susunannya:

No   Nama Awal Jabatan  Akhir Jabatan
1    Souphanouvong 3 Desember 1975    15 Agustus 1991
     Phoumi Vongvichit(pejabat)   31 Oktober 1986    15 Agustus 1991
2    Kaysone Phomvihane 15 Agustus 1991    21 November 1992
3    Nouhak Phoumsavan  25 November 1992   24 Februari 1998
4    Khamtai Siphandon  24 Februari 1998   8 Juni 2006
5    Choummaly Sayasone 8 Juni 2006   Sekarang


Khamtai Siphandon

Jenderal Khamtai Siphandon (lahir 8 Februari 1924; umur 87 tahun) adalah mantan Presiden Laos. Ia menjabat pada periode 24 Februari 1998-8 Juni 2006, saat menggantikan Choummaly Sayasone.

Khamtai menjabat sekretaris jenderal atau ketua partai komunis Partai Rakyat Revolusioner Lao, satu-satunya partai resmi di negaranya sejak 24 November 1992 hingga 21 Maret 2006 .

Dulu ia adalah pemimpin militer pemberontak Pathet Lao. Pada saat pengambilahannya atas pemerintah Laos pada 1975, ia menjadi Menteri Pertahanan, komandan pasukan, dan Wakil Perdana Menteri. Pada pembentukan pemerintahan republik pada 1991, ia menjadi perdana menteri, menggantikan pemimpin partai Kaysone Phomvihane, yang menjadi presiden. Jenderal Khamtai Siphandon menjadi pemimpin partai setelah kematian Kaysone, dan kemudian menggantikan Nouhak Phoumsavanh sebagai presiden.

Presiden Laos ke-5
Masa jabatan
24 Februari 1998–8 Juni 2006
Wakil Presiden Bounnhang Vorachith
Pendahulu Nouhak Phoumsavanh
Pengganti Choummaly Sayasone
Lahir     8 Februari 1924 Kebangsaan   Laos
Partai politik Partai Rakyat Revolusioner Lao


Choummaly Sayasone

Letnan Jenderal Choummaly Sayasone (lahir 6 Maret 1936 di Attapu) adalan Presiden Republik Rakyat Demokratik Lao dan sekretaris jenderal partai komunis Partai Rakyat Revolusioner Lao (Lao People's Revolutionary Party) sejak 21 Maret 2006. Ia terpilih untuk posisi sekretaris jenderal dalam kongres partai yang ke-8. Ia sebelumnya menjabat menteri pertahanan.

Setelah tampil sebagai wakil presiden, ia kemudian menjadi presiden pada 8 Juni 2006 ketika menggantikan Khamtai Siphandon setelah tampil sebagai pimpinan partai. Ia bergabung dengan partai Politburo pada 2001.

Presiden Laos ke-6
Masa jabatan
8 Juni 2006–Sekarang
Wakil Presiden Bounnhang Vorachith
Pendahulu Khamtai Siphandon
Pengganti Sedang Menjabat
Lahir     6 Maret 1936 Attapu, Laos
Kebangsaan    Laos
Partai politik Partai Rakyat Revolusioner Lao

Sumber, http://id.wikipedia.org/

PRESIDEN VIETNAM


Daftar Presiden Vietnam

Presiden Vietnam (bahasa Vietnam: Chủ tịch nước Việt Nam) adalah kepala negara Vietnam, meskipun fungsinya seringkali hanya bersifat seremonial. Presiden bertanggung jawab dalam menunjuk Perdana Menteri dan Kabinet dari antara anggota Dewan Nasional. Keputusannya didasarkan pada petunjuk-petunjuk dari Dewan sendiri. Presiden juga berfungsi sebagai panglima militer Vietnam, dan sebagai kepala Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional. Ia juga merupakan anggota terkemuka dari Partai Komunis yang berkuasa di Vietnam.

Presiden dipilih oleh Dewan Nasional untuk masa jabatan selama lima tahun. Presiden selalu dipilih dari antara anggota Dewan sendiri.

Jabatan presiden ini diciptakan ketika Republik Sosialis Vietnam dibentuk pada 1976. Sejak saat itu Vietnam telah memiliki enam orang presiden (tidak termasuk Nguyen Huu Tho, yang hanya menjadi Penjabat Presiden). Sejak 4 Juli 1981, istilah jabatan ini diubah dari Presiden menjadi Ketua Dewan Negara, namun kemudian dikembalikan menjadi Presiden lagi sejak 22 September 1992.   
Nama Mulai menjabat Akhir jabatan Partai
1     Ton Duc Thang     2 Juli 1976 30 Maret 1980     Partai Komunis Vietnam
      Nguyen Huu Tho (Penjabat Presiden)  30 Maret 1980     4 Juli 1981 Partai Komunis Vietnam
2     Truong Chinh      4 Juli 1981 18 Juni 1987      Partai Komunis Vietnam
3     Vo Chi Cong 18 Juni 1987      22 September 1992 Partai Komunis Vietnam
4     Le Duc Anh  23 September 1992 24 September 1997 Partai Komunis Vietnam
5     Tran Duc Luong    24 September 1997 27 Juni 2006      Partai Komunis Vietnam
6     Nguyen Minh Triet 27 Juni 2006      25 Juli 2011      Partai Komunis Vietnam
7     Truong Tan Sang   25 Juli 2011      (Sekarang)  Partai Komunis Vietnam




Tran Duc Luong

Tran Duc Luong (2004)

Trần Đức Lương (lahir 5 Mei 1937; umur 74 tahun) adalah mantan Presiden Vietnam. Ia lahir di provinsi Quang Ngai, dan pindah ke Hanoi setelah lulus sekolah pada 1955. Ia belajar geologi dan bekerja sebagai ahli pembuat peta. Ia bergabung dengan Partai Komunis Vietnam pada 1959, dan menjadi fungsionris partai pada 1970-an. Pada 1987 ia menjadi Wakil Perdana Menteri. Sejak Juni 1996 ia menjadi anggota Politbiro Partai dan terpilih sebagai Presiden pada 24 September 1997. Ia terpilih kembali pada pemilu 2002.
Pada 7 Mei 2004, Presiden Trần Đức Lương menolak permohonan banding Nam Cam atas hukuman matinya. Tran Duc Luong mengumumkan pengunduran dirinya pada 24 Juni 2006 bersama dengan Perdana Menteri Phan Van Khai.

Presiden Vietnam ke-5
Masa jabatan 1997–2006
Pendahulu Lê Ðức Anh
Pengganti Nguyễn Minh Triết
Lahir     5 Mei 1937 (umur 74)
Quảng Ngãi province
Partai politik Partai Komunis Vietnam
Suami/Istri   Nguyễn Thị Vinh

Pranala luar
(Inggris) Presiden menolak permohonan banding Nam Cam



Nguyen Minh Triet

Nguyễn Minh Triết (lahir 8 Oktober 1942, distrik Bến Cát, Provinsi Bình Dương) adalah Presiden Vietnam saat ini. Ia dipilih oleh Dewan Nasional Vietnam dengan 464 suara (94.12%) pada 27 Juni 2006. Sebelum terpilih sebagai presiden, ia adalah Ketua Partai Komunis Vietnam untuk Kota Hồ Chí Minh. Ia dikenal sebagai pembaru ekonomi dan pejabat yang keras dalam memberantas korupsi, termasuk terhadap para pemimpin Vietnam.

Vietnam menganut sistem satu partai dan presidennya menduduki posisi seremonial. Perdana Menteri mengawasi pelaksanaan pemerintahan sehari-hari, sementara posisi yang paling berpengaruh adalah Sekretaris Jenderal dari Partai Komunis (saat ini dijabat Nông Ðức Mạnh). Triết bergabung dengan Partai pada 1965.[1]

Nguyễn Minh Triết dan Ibu Negara Trần Thị Kim Chi bertemu dengan George W. Bush dan Laura Bush di Istana Presiden, November 2006.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengucapkan selamat kepada Triết, “Saya percaya bahwa persahabatan dan kerja sama yang telah terbina antara Republik Azerbaijan dengan Republik Sosialis Vietnam akan semakin berkembang dan meluas sesuai dengan kepentingan dari kedua negara kita."[2]

Presiden Vietnam ke-6
Mulai menjabat  27 Juni 2006
Perdana Menteri    Nguyễn Tấn Dũng
Pendahulu Trần Đức Lương
Lahir     8 Oktober 1942 (umur 68)
Bến Cát, French Indochina
Partai politik Partai Komunis Vietnam
Suami/Istri   Trần Thị Kim Chi

Sumber
CNN, "Reformer is new Vietnam President", 27 June 2006.
Nhan Dan, "Nguyễn Minh Triết elected new State President", 27 June 2006.

Referensi
^ "Nguyễn Minh Triết elected new State President", Nhan Dan, 27 Juni 2006.
^ "President congratulates Nguyễn Minh Triết on election president of Vietnam", AzerTAj, 27 Juni 2006.


Truong Tan Sang
Presiden Vietnam ke-7
Mulai menjabat  25 Juli 2011
Perdana Menteri    Nguyễn Tấn Dũng
Pendahulu Nguyen Minh Triet
Lahir     21 Januari 1949 Duc Hoa, Indochina Perancis
Partai politik Partai Komunis Vietnam

Truong Tan Sang (lahir di distrik Duc Hoaa, Provinsi Long An, 21 Januari 1949; umur 62 tahun) adalah seorang negarawan Vietnam, adalah Presiden Vietnam saat ini. Ia lahir di provinsi Long An. Dia adalah pemimpin partai komunis Kota Ho Chi Minh 1996-2000.

Pada 25 Juli 2011, ia terpilih sebagai presiden vietnam (kepala negara). Para pejabat di Vietnam yang tergabung dalam Majelis Nasional, menunjuk Truong Tan Sang sebagai Presiden Vietnam. Truong Tan Sang menjadi presiden baru di negara komunis ini.

Pria berusia 62 tahun itu mendapatkan 97 suara dalam voting. Dia berhasil Nguyen Minh Triet. Vietnam menganut sistem satu partai dan presidennya menduduki posisi seremonial. Perdana Menteri mengawasi pelaksanaan pemerintahan sehari-hari, sementara posisi yang paling berpengaruh adalah Sekretaris Jenderal dari Partai Komunis (saat ini dijabat Nguyen Phu Trong).

Sumber, http://id.wikipedia.org/